Sebenarnya judul tulisan ini saya ambil dari penggalan lirik lagunya Romi and The Jahats yang berjudul "Jauh Sebelum Kau Dilahirkan". Romi and The Jahats itu band proyekannya si Romi Jahat, mantan vokalis Marjinal, band punk yang keren itu. Dan si Romi ini ternyata masih tetap keren, walau udah lepas dari Marjinal. Coba aja googling lagu-lagunya. Lagu favorit saya mah yang "Kejarlah Semua Gelar Yang Kau Inginkan".
Eh kenapa jadi ngomongin Romi and The Jahats ini teh? Hehe.. Maaf om Romi.
Jadi begini...
Kita seringkali sulit membedakan apa yang kita inginkan dan apa yang benar-benar kita butuhkan. Misalnya ketika kita membeli suatu barang, apakah barang yang kita beli itu bener-bener barang yang kita butuhkan, atau masyarakatlah yang membuat kita "merasa membutuhkan" hal-hal tersebut.
Coba periksa lagi barang-barang yang kita punya. Laptop, handphone, kendaraan, pakaian, bahkan makanan.. Ya, mungkin kita memang butuh benda-benda tersebut. Tapi apakah benda-benda tersebut memang sesuai dengan kebutuhan kita? Kalau kita menggunakan laptop hanya untuk browsing, mengerjakan tugas kuliah dengan aplikasi office, mendengar musik, bukankah Sony Vaio terbaru itu terlalu berlebihan? Kalau kita menggunakan handphone sekedar untuk SMS, telfon, dan 0.facebook apakah Blackberry yang harganya jutaan dengan berbagai fitur yang tidak kita gunakan itu gak terlalu mahal. Dan lain sebagainya.
Seringkali kita terjebak dalam kebohongan materi, kita membeli barang-barang yang tidak benar-benar kita butuhkan. Kita hanya membeli dan mengkonsumsi karena masyarakat di sekitar kita juga memiliki barang-barang tersebut. Jika hal itu yang terjadi maka, sadar atau tidak, sebenarnya kita adalah korban cuci otak.
Ya. Iklan-iklan di berbagai media, baliho-baliho di sudut-sudut kota, hingga tayangan televisi yang menayangkan gaya hidup mewah. Hal-hal tersebut lah yang secara tidak langsung mencuci otak kita.
Iklan-iklan, tayangan-tayangan, bahkan suara-suara di masyarakat sekitar kita tersebut seolah mengatakan pada kita, nih si artis ini handphone nya QWERTY nih! Model pakaian si artis ini kayak gini, sepatu nya merk ini. Giginya pake behel loh! Hari gini gak punya Facebook & Twitter, gak update! Udah nyoba Google Plus? Hah, update status pake 0.facebook? Liat ni, status aku via Android. Kamu bukan lelaki sejati kalo motor kamu bukan Ninja. Tanpa Sampoerna Hijau, kau tak akan mendapat keasyikan bersama-sama kawanmu. Tanpa parfum Axe badanmu akan bau, dan tidak ada orang yang mau berdekatan denganmu. Lagipula, hei lihat, cukuranmu belum rapi karena engkau tak menggunakan Gillette!
Dan ketika kita sudah sampai pada kondisi itu, maka pada saat yang bersamaan kita telah kehilangan diri kita. Akhirnya kita tidak bisa hidup tenang tanpa benda-benda tersebut. Sehingga aktivitas hidup pun hanya berakhir di tataran konsumsi. Bahkan aktivitas-aktivitas produktif semacam kuliah dan bekerja, akan menjadi hal yang sama dengan aktivitas konsumsi, jika pola pikir kita masih seperti itu. Misalnya kita bekerja dan pada akhir bulan kita mendapat gaji, ujung-ujungnya bayaran gaji yang kita dapatpun akhirnya kita gunakan untuk mengkonsumsi benda-benda yang tidak kita perlukan tersebut.
Jadi menurut saya, yang perlu kita ubah sama-sama adalah pola pikir kita! Memilah-milah apa yang kita inginkan dan apa yang kita butuhkan adalah awal yang baik. Hidup sederhana. Jangan terlalu sering melototin media, banyak penyeragaman bawah sadar di sana! Kemudian jadilah diri sendiri! Terima diri kita apa adanya, dan tutup kuping kita, cuekin aja apa yang orang lain bilang tentang kita. Selama kita yakin hal itu baik untuk kita. Mulai dari diri sendiri dan bersama-sama kita bentuk sebuah tatanan masyarakat yang lebih baik lagi!
